Tahun berganti tahun, namun orang-orang di sekitar hanya sedikit berbeda. Yang lama pergi, dan yang baru datang. Indahnya senja yang menanti malam itulah warna kita. Awal selalu berat dan akhir tak selamanya manis. Kita bertengkar, saling iri, menyimpan dendam dan ketidaksukaan satu sama lain. Tapi tahukanh kalian, bersama kita merajut angan, menyatukan impian, kita mencoba mengokohkan tembok rumah kita dengan harapan semua itu untuk satu ruangan kecil di sisi kelas yang selalu mengisi kekosongan hari. Karena sekecil apapun, sepenuh apapun, kita akan selalu kembali. Ia yang mengisi tawa kita setiap hari. Karena ruangan itu adalah rumah kita dan orang-orang itu adalah keluarga kita. Dibalik satu nama yang menyatukan perasaan dan jiwa kita tersipan tawa, tangis, doa, harapan, dan jiwa-jiwa yang saling mengisi. Ingatkah kita tak terkira sudah peluh yang mengucur untuk kita sampai di tempat ini. Namun lantunan lagu kita menghapus peluh itu, bagai hujan yang menghapus air mata. Tak hanya untuk kita… dan tak hanya untukmu… tapi untuk kita yang tak akan tergantikan. Karena di setiap detik, setiap jam, setiap tahun yang kita lalui bersama menorehkan cerita baru pada sebuah lembar yang tak pernah usang, abadi dan kekal. Itulah persahabat kita…
Saat ini di tengah desiran ombak yang menyapu pasir, kita duduk bersama. Tapi kelak saat pandangan kita tak sejelas ini, setiap kita telah melewati jalannya masing-masing, terpisah oleh jarak namun tak akan habis dimakan waktu. Karena di suatu tempat kita tahu, bahwa rumah kita tetap kokoh berdiri. Persahabatan kita tetap bersinar indah seperti senja. Karena bukan hanya ada aku…
Bukan hanya ada dirimu…
Tapi kita…
Untuk selamanya………
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar